Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

33 views
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG, ARUSLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong dibukanya ruang, kesempatan, dan akses yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas agar dapat tumbuh berdaya serta mengembangkan potensi secara optimal.

Hal itu disampaikan Jihan saat menghadiri Nonton Bareng (Nobar) film Istimewa bersama keluarga besar anak-anak disabilitas dan produser film Abdullah Mansuri di Cinema XXI Mal Kartini, Bandar Lampung, Rabu (23/9/2026).

Jihan mengapresiasi film Istimewa yang dinilainya memiliki nilai edukatif dan menyentuh sisi humanis, khususnya dalam menggambarkan kehidupan anak-anak penyandang disabilitas.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh tim yang hari ini memproduksi film yang luar biasa, film yang sangat bernilai bagi saya dan juga keluarga besar PKDL,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, kesadaran sosial mengenai inklusivitas mulai tumbuh di tengah masyarakat. Namun, masih ditemukan pandangan yang belum sepenuhnya melihat anak penyandang disabilitas sebagai individu yang memiliki kesempatan dan potensi yang sama.

“Kita melihat hari ini sebetulnya ruang sudah mulai terbuka untuk kita semua, tetapi masih ada, masih ditemukan, teman-teman atau masyarakat yang belum bisa sepenuhnya melihat secara utuh bahwa anak-anak kita, anak-anak disabilitas ini juga punya kesempatan, potensi yang sama dengan semuanya,” katanya.

Karena itu, Jihan menegaskan anak-anak penyandang disabilitas tidak seharusnya dibatasi atau dikotak-kotakkan. Dukungan melalui pendampingan, pemberian kesempatan, serta akses dinilai penting agar mereka dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Jadi tidak bisa dibatas-batasi, dikotak-kotaki. Yang perlu bisa dilakukan adalah dibersamai, diberikan kesempatan, dan juga diberikan akses tentunya,” tegasnya.

Jihan juga mengajak masyarakat mengambil pesan dari film Istimewa sebagai refleksi mengenai keberagaman dan karunia Tuhan. Menurutnya, kemampuan anak-anak penyandang disabilitas dalam mengeksplorasi potensi di tengah keterbatasan merupakan hal yang luar biasa.

“Semoga kita semua bisa memaknai film Istimewa ini dengan baik dan juga bisa membuka mata lebih luas lagi terhadap bagaimana Tuhan mengkaruniakan manusia itu dengan karunia yang spesial,” tuturnya.

“Kita lihat anak-anak kita yang kita bersamai, anak-anak kita yang kita dampingi, bisa mengeksplorasi potensi mereka dengan keterbatasannya itu sudah sangat luar biasa,” tambah Jihan.

Ia berharap film tersebut tidak hanya ditonton keluarga besar PKDL dan komunitas disabilitas, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat luas di seluruh Indonesia. Dengan begitu, pesan mengenai penerimaan dan inklusivitas terhadap penyandang disabilitas dapat semakin luas diterima.

“Saya harap film ini tidak hanya ditonton oleh keluarga besar PKDL dan teman-teman komunitas disabilitas, tetapi ditonton oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga bisa membuka mata, hati kita lebih luas lagi terhadap teman-teman spesial kita,” pungkasnya.

Sebagai informasi, film Istimewa merupakan drama keluarga yang disutradarai Ruben Adrian dan diproduseri Abdullah Mansuri. Film ini mengisahkan perjuangan lima anak penyandang disabilitas, yakni Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul, yang tinggal di panti asuhan Rumah Istimewa.

Kelima anak tersebut diasuh Ayah Mahendra yang diperankan Mathias Muchus. Sosok tersebut digambarkan sebagai pengasuh yang memberikan rasa aman dan penerimaan kepada mereka.

Cerita berkembang ketika Ayah Mahendra divonis menderita penyakit serius hingga harus terpisah dari kelima anak tersebut. Mereka kemudian memberanikan diri melakukan perjalanan ke dunia luar untuk mencari sosok ayah yang menjadi tempat mereka bersandar.

Perjalanan tersebut menguji keberanian, ketangguhan, dan ikatan persaudaraan kelima anak tersebut di tengah keterbatasan yang mereka hadapi. Film Istimewa kini telah resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *