Budiyono Kantongi 22 Suara dalam Pemilihan Rektor Unila, Penetapan Akhir Masih Menunggu

47 views
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG, ARUSLAMPUNG — Dr. Budiyono, S.H., M.H., memperoleh suara terbanyak dalam rekapitulasi surat suara pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031. Berdasarkan data yang terpampang pada layar rekapitulasi, Budiyono meraih 22 suara dari total 47 suara yang tercatat.

Perolehan tersebut menempatkan Budiyono di posisi teratas, mengungguli Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., yang memperoleh 15 suara. Selisih perolehan keduanya mencapai 7 suara.

Sementara itu, Prof. Dr. Dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP., memperoleh 7 suara. Adapun tiga kandidat lainnya masing-masing mengantongi 1 suara, yakni Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H.; Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D.; serta Prof. Dr. Anon Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.

Dengan demikian, total perolehan suara keenam kandidat dalam rekapitulasi tersebut mencapai 47 suara. Rinciannya, Budiyono memperoleh 22 suara, Warsito 15 suara, Asep Sukohar 7 suara, sedangkan Hamzah, Rudy, dan Anon Gustina Zainal masing-masing memperoleh 1 suara.

Meski Budiyono mencatatkan perolehan tertinggi dalam rekapitulasi yang ditampilkan, angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai hasil akhir pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031. Penetapan rektor terpilih tetap mengacu pada pengumuman dan keputusan resmi panitia pemilihan rektor Unila.

Karena itu, hasil rekapitulasi yang terlihat perlu dibedakan dari keputusan resmi yang menetapkan sosok pemimpin Universitas Lampung untuk periode mendatang.

Pemilihan rektor ini menjadi tahapan penting bagi keberlanjutan kepemimpinan dan pengembangan Unila. Rektor yang nantinya ditetapkan akan berperan dalam menentukan arah kebijakan kampus, mulai dari pengembangan akademik, peningkatan kualitas riset, penguatan tata kelola perguruan tinggi, hingga peningkatan daya saing Unila di tingkat nasional maupun internasional.

Penetapan rektor terpilih pun menjadi bagian penting dalam menentukan agenda strategis Universitas Lampung untuk periode kepemimpinan 2027–2031.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *