BANDAR LAMPUNG, ARUSLAMPUNG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menerapkan pengawasan silang antarsekolah untuk mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 5 November 2026.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan sejak awal untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Persiapan tersebut mencakup simulasi guna mengantisipasi kendala teknis selama ujian berbasis komputer berlangsung.
“Secara umum pelaksanaan TKA berjalan lancar. Kami sudah persiapkan dari awal dan melakukan simulasi untuk memitigasi kendala. Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada laporan,” kata Thomas, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.
Untuk menjaga objektivitas ujian, Disdikbud Lampung menugaskan pengawas dari satu sekolah untuk mengawasi peserta di sekolah lain. Petunjuk dan panduan pengawasan juga telah diberikan kepada petugas agar pelaksanaan ujian berjalan sesuai aturan.
“Pengawasan silang, jadi pengawas sekolah mengawasi sekolah lain. Harapannya ada objektivitas karena guru dan peserta didik tidak saling mengenal. Dengan begitu, pelaksanaan TKA benar-benar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain pengawasan silang, Disdikbud Lampung mengantisipasi potensi kecurangan berupa penggunaan lebih dari satu telepon seluler oleh peserta. Pengawasan di ruang ujian dilakukan oleh lebih dari satu petugas yang ditempatkan di bagian depan dan belakang kelas untuk memantau aktivitas peserta selama mengerjakan soal.
“Ini juga sudah kami mitigasi risikonya sejak awal. Ada pengawas di depan maupun di belakang. Semua HP yang lebih dari satu dikumpulkan supaya potensi kecurangan bisa diperkecil di seluruh satuan pendidikan,” jelasnya.
Thomas berharap seluruh peserta mengikuti TKA dengan tertib dan mengerjakan soal secara mandiri. Ia juga meminta sekolah terus memberikan pendampingan dan pengayaan materi kepada siswa kelas XII agar hasil TKA tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, termasuk melalui penguatan kompetensi guru dan pendampingan terhadap siswa yang masih membutuhkan peningkatan kemampuan akademik.









