Tim Rescue OVI Lampung Bangun Puluhan Huntara untuk Korban Gempa NTT

50 views
banner 120x600

MANGGARAI, ARUSLAMPUNG — Tim Rescue Overlanding Indonesia (OVI) Wilayah Lampung mengirim 8 personel ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan warga terdampak gempa bumi.

Sejak diberangkatkan pada bulan lalu, para relawan fokus membangun hunian sementara (huntara), menyalurkan bantuan dasar, hingga memberikan layanan kesehatan bagi warga di sejumlah wilayah terdampak.

Koordinator Tim sekaligus Sekretaris OVI Lampung, Aris Gibrant, mengatakan Desa Nunang, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, menjadi salah satu lokasi utama penyaluran bantuan.

Di desa tersebut, tim bersama masyarakat membangun puluhan unit huntara untuk keluarga yang kehilangan atau terdampak tempat tinggal akibat gempa.

“Puluhan bangunan hunian sementara untuk keluarga terdampak dibangun bersama di Desa Nunang. Sampai hari ini, anggota tim Rescue OVI Lampung masih ada yang bekerja mendampingi warga menyiapkannya,” ujar Aris melalui keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Selain pembangunan huntara, OVI Lampung juga mengoperasikan layanan kesehatan mobile ke sejumlah kantong pengungsian.

Tim turut mendirikan dapur hangat di Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Bantuan juga diarahkan ke fasilitas umum yang terdampak. OVI Lampung membangun masjid darurat, menyalurkan perlengkapan salat, mendistribusikan tandon air bersih di Dusun Roket, serta memasang jaringan pipanisasi air bersih melalui kolaborasi dengan Posko Gabungan.

Dalam penyaluran logistik tahap awal, tim menghadapi kondisi geografis yang cukup berat. Relawan harus menempuh jalur darat dengan medan ekstrem, termasuk berjalan kaki menyusuri aliran sungai berarus deras untuk mencapai sejumlah posko pengungsian yang terisolasi.

Respons kemanusiaan juga diberikan kepada warga terdampak kebakaran yang terjadi di Reo ketika bencana berlangsung. Bantuan berupa santunan tunai disalurkan kepada para korban insiden tersebut.

Ketua OVI Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi para relawan yang tetap bertahan dan bekerja di tengah kondisi lapangan, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota OVI yang ikut mendukung misi kemanusiaan tersebut.

Deni mengatakan aksi respons cepat itu merupakan bagian dari arahan Pendiri Overlanding Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar kegiatan organisasi tidak hanya berorientasi pada perjalanan dan penjelajahan.

“Founder berpesan kepada kami bahwa Overlanding Indonesia bukan sekadar perjalanan penjelajahan biasa, melainkan harus sarat dengan aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan,” kata Deni.

Misi OVI Lampung juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Overlanding Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Arief Rachman. Penggalangan dana secara spontan bahkan dilakukan Arief saat malam puncak Jambore Nasional OVI di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Selain dana bantuan, ratusan pasang sepatu juga disalurkan kepada warga yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di pelosok.

Hingga 27/9/2026, sebagian personel Tim Rescue OVI Lampung masih berada di lokasi bencana. Mereka melanjutkan penanganan darurat di tengah kondisi wilayah yang masih menghadapi gempa susulan serta kebutuhan warga pengungsian yang terus bertambah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *