Batin Wulan Bawa Mocaf dan Cobia Lampung ke Panggung Dunia

32 views
banner 120x600

Batin Wulan Bawa Mocaf dan Cobia Lampung ke Panggung Dunia

BANDAR LAMPUNG, ARUSLAMPUNG — Produk unggulan Lampung mulai diperkenalkan ke panggung kuliner internasional. Tepung mocaf berbahan singkong dan ikan cobia menjadi bahan utama dalam Indonesia International Halal Chef Championship 2026 (IN2HCC) di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Langkah ini diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi komoditas lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau Batin Wulan, membawa kedua komoditas tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepada pasar internasional.

Kompetisi yang berlangsung di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC) itu diikuti chef dari berbagai negara, di antaranya Korea, Afghanistan, Turki, dan Pakistan. Tepung mocaf dan ikan cobia digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan beragam kreasi hidangan halal.

“Batin membawa salah satu hasil unggulan dari Provinsi Lampung, yaitu tepung mocaf dan ikan cobia. Keduanya menjadi bahan utama dalam menu yang dikompetisikan. Kita berharap melalui ajang ini, produk unggulan Lampung semakin dikenal di mancanegara,” ujar Batin Wulan.

Menurutnya, keikutsertaan produk lokal dalam kompetisi berskala internasional menjadi peluang untuk memperluas pengenalan dan pemasaran komoditas unggulan Lampung. Ia berharap kedua produk tersebut semakin diminati dan berpeluang menembus pasar global.

“Mudah-mudahan komoditas kita dari Lampung bisa menembus pasar global. Tentunya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani singkong dan nelayan, sehingga perekonomian masyarakat Lampung semakin baik. Ayo, kita dukung UMKM Lampung dengan menggunakan produk-produk unggulan daerah,” ajaknya.

Selain mendorong pemasaran, tepung mocaf berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan berbasis singkong, sedangkan ikan cobia dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein. Pengolahan kedua komoditas ini diharapkan melahirkan inovasi kuliner yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Batin Wulan turut mengapresiasi dukungan Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perikanan Provinsi Lampung yang berkontribusi menyediakan produk untuk kompetisi tersebut.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar komoditas lokal Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Dengan terbukanya peluang pemasaran yang lebih luas, petani singkong, nelayan, dan pelaku UMKM diharapkan ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengembangan produk unggulan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *