Rasa Aman Jadi Fondasi Pembangunan, Mirza Minta Satlinmas Perkuat Kesiapsiagaan

49 views
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG, ARUSLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan rasa aman dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih hidup dalam kekhawatiran.

Hal tersebut disampaikan Mirza saat membuka Kemah Bhakti Satya Linmas di Lapangan Kepayang, Bumi Perkemahan Pramuka, Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026).

“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak ada investasi tanpa ketertiban. Tidak ada desa, kampung, kelurahan yang berkembang kalau masyarakatnya hidup dalam rasa khawatir,” ujar Mirza.

Menurut Mirza, Satlinmas memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Anggota Satlinmas menjadi pihak yang kerap pertama mengetahui persoalan di lingkungan sekaligus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk saat terjadi bencana.

“Saudara-saudara yang ada di hadapan saya ini ialah yang pertama mengetahui ketika ada persoalan, yang pertama hadir ketika ada bencana, yang pertama hadir agar kehidupan desa tetap berjalan baik,” katanya.

Mirza mengatakan peran Satlinmas saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan. Mengacu pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, Satlinmas juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis.

Anggota Satlinmas diharapkan mampu menenangkan masyarakat ketika terjadi persoalan, memberikan perlindungan saat terdapat ancaman, serta membantu penanganan berbagai kondisi yang membutuhkan kerja bersama.

Karena itu, Mirza menilai Kemah Bhakti Satya Linmas bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk membangun disiplin, meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan.

“Di sinilah kita akan membangun disiplin, membangun kapasitas, membangun solidaritas, dan memperkuat kesiapsiagaan. Sebab tantangan ke depan tidak semakin ringan, maka kita harus terus bersiap dan memantapkan diri,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan pengukuhan kepengurusan DPC Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Bandar Lampung, DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kota Bandar Lampung.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin dan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Aslinmas Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Mirza menekankan pengukuhan organisasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pembaruan komitmen untuk menjalankan amanah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan sekadar seremoni, bukan hanya memasang pin atau menyerahkan pataka, tapi hari ini kita memperbarui komitmen bahwa setelah pulang dari tempat ini, ada amanah yang harus dijaga, ada masyarakat yang harus kita layani,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan yang dimulai dari desa dan kelurahan. Menurutnya, penguatan masyarakat di tingkat paling bawah menjadi bagian penting untuk membangun kekuatan daerah secara keseluruhan.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pembangunan dari desa, karena kami sadar, kami yakin desa atau kelurahan yang kuat akan menjadikan Lampung yang kuat,” kata Mirza.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad mengatakan penguatan masyarakat dari tingkat desa sejalan dengan arah pembangunan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Raffi menyebut pembangunan yang dimulai dari desa dan tingkat paling bawah diarahkan untuk memperkuat pemerataan ekonomi sekaligus mempercepat pemberantasan kemiskinan.

“Salam hormat dari Bapak Presiden, dari Bapak Prabowo, karena ini selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan dimulai dari desa, dari bawah, untuk memperkuat pemerataan ekonomi serta mempercepat pemberantasan kemiskinan,” kata Raffi.

Menurut Raffi, Satlinmas merupakan kekuatan masyarakat sipil yang memiliki kedekatan langsung dengan warga. Karena itu, Satlinmas dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman sekaligus mendukung pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.

Ia juga mengajak generasi muda mengambil bagian dalam tugas kemasyarakatan, mulai dari deteksi dini, pencegahan, penyuluhan, patroli, pengamanan, penanganan bencana hingga kegiatan sosial.

Raffi mengatakan Aslinmas dapat menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas sekaligus kesejahteraan anggota. Ia menyebut jaringan Aslinmas secara nasional telah mencapai lebih dari 1,2 juta anggota yang memiliki potensi besar dalam menjaga ketenteraman masyarakat.

Selain Satlinmas, Raffi menyoroti peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Abpednas dalam mengawal pembangunan desa. Ia meminta aspirasi masyarakat diserap dan pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban, termasuk dalam penggunaan anggaran desa.

“Harus transparan, harus tegas, solutif, paling terpenting agar setiap rupiah terjaga dan benar-benar berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

Raffi juga mendorong pekerja seni, influencer dan komunitas kreatif ikut memperkuat edukasi masyarakat melalui konten positif. Pesan mengenai kesadaran hukum dan kesiapsiagaan bencana, kata dia, dapat dikemas melalui video pendek, musik, mural, pertunjukan maupun konten digital yang mudah dipahami masyarakat.

Mirza kembali menegaskan pembangunan dari desa dan kelurahan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai keamanan di tingkat paling bawah akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi, pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.

“Kalau desa aman, ekonomi bergerak, masyarakat merasa terlindungi, usaha akan tumbuh, pelayanan semakin dekat, kepercayaan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkas Mirza.

Kemah Bhakti Satya Linmas tersebut diikuti 1.260 anggota Linmas dari 126 kelurahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan sinergi antara Satlinmas, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan serta masyarakat sipil agar pelayanan dan perlindungan masyarakat semakin dekat serta mendukung pembangunan desa yang aman dan partisipatif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *